Siang ini, aku berdiri tepat dimana kita pernah bertemu dan berkenalan. Di depan salah satu kelas sekolah kita.
Entah kapan tepatnya kita mengenal satu sama lain, yang pasti saat awal kita bertemu aku merasa ada yang berbeda dari mu.
Ketika pertama kali aku senyum mu, behel yang menghiasi gigimu menambah kan ada kesan manis saat melihat senyuman mu.
Menurutku kau ramah, kau sapa aku setiap kita bertemu dengan senyuman andalan mu. Candaan mu ketika kita mengobrol bersama membuatku sedikit melupakan masalah ku. Kaulah yang selalu menjadi sosok yang aku cari ketika mendadak mood ku turun.
Entahlah teknik apa yang kau miliki sehingga setiap aku bertemu dan berbicara denganmu mood beranjak naik. Tingkah konyol mu dan candaan mu yang terdengar bodoh membuatku merasa nyaman disamping mu. Terkadang kau bisikkan kata-kata humor pada ku, dan itu sering membuatku tertawa kencang.
Aku ingat ketika aku melihat mu dari kejauhan. dari kelasku tepatnya. Kau melambaikan tangan padaku sambil tersenyum. Hal itu yang sering membuatku tersenyum seperti idiot ketika mengingatnya.
Hingga sekarang aku masih sering menatap mu dari jauh. Entah mengapa hal itu sering kulakukan, hal aneh yang sering membuang waktuku dengan sia-sia.
Ingatkah kau saat pertama kali kau mengirim pesan padaku. Pesan mu yang terkadang berisi gombalan maut mu sering membuat ku tersenyum sendiri di kamar. Kita memiliki panggilan istimewa , dan tak akan pernah kulupakan hal itu sampai nanti.
Pesan singkat mu sudah kuhapus semua sekarang, entah begitu bodohnya aku menghapus kenangan indah dari mu.
Seiring waktu berlalu aku merasakan hal yang berbeda, aku belum begitu yakin bahwa ini rasa sayang. Dan akhirnya itu benar, aku gelisah disaat kau tak membalas pesan singkat ku, Aku sering menunggu pesan singkatmu hingga aku tertidur. Tak kusangka aku begitu mudah nya sayang pada mu.
Saat itu aku harap kau merasakan hal yang sama dengan yang aku rasakan. Namun, kurasa itu hanya mimpi belaka. Karena seiring berjalannya waktu aku merasa tingkah mu berbeda. Tak ada lagi sapaan dan senyuman ketika kita bertemu. Pesan singkatmu mulai jarang muncul dan menghampiri handphone ku.
Selang beberapa hari terdengar kabar tentang kau memiliki pasangan. Seketika itu membuat hati ku seperti tersambar petir. Rasa sesak di dalam dada sangat terasa saat itu. Tak kusangka kau teganya melakukan hal itu padaku.
Aku pikir kata sayang itu asli, ternyata apa itu ? itu palsu !
Lalu kau kemana kan kata sayang itu? Kau lupa telah mengatakan nya padaku ? Semudah itu kau melupakannya?
Betapa sering nya kau berlatih mengatakan sayang pada banyak wanita, sehingga begitu mudahnya kau katakan sayang pada ku. Dan bodoh nya aku percaya begitu saja, tenggelam dalam angan - angan tentang mu.
Keramahan mu bukan berarti kau memiliki perasaan yang lain kepadaku, keramahan mu hanya sebagai teman. Tidak lebih. Sepertinya aku salah, aku yang terlalu pede dan terlalu cepat menyimpulkan.
Kini kau telah bahagia bersamanya, kau tertawa bersamanya, bercanda tawa dengannya. Aku hanya bisa mendoakan mu dari sini, agar kau selalu bahagia bersamanya. Hari - hari mu dipenuhi senyuman karna nya.
Terima kasih untuk manis nya senyuman mu di setiap hari - hari ku. Aku akan sangat merindukan hal itu.
Terima kasih untuk segalanya, itu merupakan kenangan yang indah. Tak akan mudah aku melupakannya.
Semoga nanti di lain hari, di lain tempat, kita bisa menjadi (hanya) teman dekat. Memang sepertinya Tuhan mendatangkan kau ke dalam hidupku hanya layak kujadikan sahabat bukanlah pasangan.
Maafkan aku yang terlalu berharap banyak padamu ......
No comments:
Post a Comment