20 - 02 - 2013
Sudah 2 bulan berlalu, namun luka itu masih saja menganga dan belum mengering seperti dulu. Teringat pada masa dimana aku dan kamu pernah memiliki hubungan yang mungkin sudah termasuk dekat. Berbincang dan bercanda bersama. Namun kini, kau yang kuanggap sebagai belahan jiwa memilih pergi dengan belahan jiwa yang lain.
Tak terasa 2 bulan berlalu, kau hempaskan aku menjauh, kau tak menganggapku ada "lagi" . Kau membuatku layaknya tumpukan sampah di " Bantar Gebang " yang terbuang, tak berguna, dan tak ada harganya.
Kita memang berbeda. Aku tahu. Sama tahunya dengan dirimu.Warna yang mengalir dalam nadimu tak sewarna dengan yang mengalir dalam nadiku. Namun, bukankah kita tak pernah bisa memilih dengan warna apa kita lahir? Kita lahir, lalu menemukan tawa bersama, menyatukan cerita bersama. Menjumputi mimpi bersama.
Di kesendirian aku merenung. Merenungkan jalan yang kan membawa ku pergi. Pergi tuk menjauh darimu yang mulai berhenti mencoba untuk berada di dekatku.
Sebuah pertanyaan kecil mengisi otakku. Mengapa harus ada derita bila bahagia telah tercipta? Mengapa ada sang hitam? Bila putih menyenangkan!!
Kenapa dalam setiap kita mencintai seseorang. Manis di awal, pahit di akhir? Mengapa cinta itu omong kosong?!! Kenapa harus ada tetes air mata uang harus menghiasi hari-hari?!!
Kata Orang, "Jatuh Cinta" adalah suatu hal yang indah. Indah dalam artian dapat menghibur kita dapat membuat hidup kita ceria.
Apa itu benar??!! Apa Jatuh Cinta itu indah?? dan patutkah untuk kita coba??
No comments:
Post a Comment